Sejak mula, Allah menciptakan manusia dalam sifat kesahajaan. Hal tersebut terlihat dari niat Allah yang menempatkan manusia di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman tersebut. Ketika disampaikan mengusahakan dan memelihara, maksudnya adalah manusia diberi kewenangan untuk menggunakan taman itu secara wajar sekaligus juga memikirkan ke-terpeliharaan taman tersebut sebagai rumah tinggalnya. Demikian pula ketika Allah memberikan perintah kepada manusia bahwa “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan kultur “kesahajaan” terhadap manusia. Kesahajaan dalam arti hidup dalam rasa cukup.
Sayangnya, keserakahan menjadi godaan dosa dengan kekuatan yang sangat besar. Dengan iming-iming bisa menjadi seperti Allah menjadikan manusia jatuh ke dalam dosa keserakahan. Sejak saat itu hidup manusia menjadi dikuasi oleh keserakahan. Sikapnya terhadap alam yang semestinya menggunakan secara wajar sekaligus memelihara keberlangsungan hidup alam, justru mengeksploitasinya demi kepentingan dirinya sendiri. Hal yang kerap tidak kita sadari, hal itulah yang menjadikan Allah harus bertindak menjadi manusia dalam diri Yesus menanggung penderitaan dan salib demi pemulihan relasi kita dengan Allah dan sesama ciptaan.
Dengan demikian, dalam rangka menjalani masa pra-paskah ini, kita diajak untuk merenungkan kembali hakekat hidup yang sejak awal dicipta dalam sifat kesahajaan bukan keserakahan. Perenungan tersebut diharapkan dapat dibarengi dengan aksi nyata mewujudkan kesahajaan tersebut. Di antaranya adalah; Belajar merasa cukup atas segala berkat Tuhan, menggunakan alam sewajarnya, ambil bagian dalam upaya pemeliharaan alam ciptaan Allah dengan hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan.
Ingat, keserakahan kita selain menjadikan alam semakin menangis, juga menjadikan Kristus harus disalib. Karena itu, mari bersama kembali menghidupi sifat dasar hidup kita sebagai ciptaan Allah yang bersahaja bukan serakah. Selamat berjuang. Amin
🙏
Mari Berdoa
Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami.
Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.