Doa merupakan kunci utama dalam perjumpaan dialogis orang percaya dengan Tuhan Yesus. Orang percaya akan merasakan kehadiran Tuhan Yesus secara holistik melalui pengalaman imannya. Ada juga yang mengungkapkan secara mendalam bahwa doa adalah nafas hidup, jika orang percaya tidak bernafas maka mereka tidak berdoa.
Pada hakikatnya doa adalah suatu cara bagi orang beragama untuk mengungkapkan dan menghayati hubungannya dengan Tuhan Allah. Keistimewaan doa Kristen terletak di dalam hal bahwa doa Kristen merupakan cara untuk mengungkapkan dan menghayati hubungan manusia dengan Allah berdasarkan penyelamatan Allah yang dilaksanakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya doa orang Kristen dipanjatkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. (PPA GKJ 2019, Minggu 25, TJ 247 dst).
Tujuan doa orang percaya paling tidak ada 4 hal yaitu: Menyatakan sembah kepada Allah dengan mengakui kemahakuasaan serta kemuliaan nama-Nya; Menghayati penyertaan Allah di dalam kehidupannya; Menyatakan syukur atas segala yang telah diterima dan dialami di dalam kehidupannya yang disertai oleh Allah; Memohon pertolongan Allah untuk campur tangan di dalam kehidupannya. (PPA GKJ 2019, Minggu 25, TJ 251).
Bacaan hari ini, memberikan contoh sangat baik tentang doa yang sungguh mendalam. Injil Yohanes menampilkan Tuhan Yesus yang begitu sibuk, namun masih bisa meluangkan waktu secara khusus untuk berdoa. Bahkan doa yang di panjatkan oleh Tuhan Yesus bukan hanya untuk dirinya namun berupa doa syafaat agar mereka menjadi satu. Kesatuan yang diinginkan oleh Tuhan Yesus bukan bersifat menyeragamkan namun dalam keberbedaan masih bisa melakukan kehendak Tuhan Yesus yang sama.
Bacaan Injil Yohanes 17:1-11 merupakan bagian dari kata perpisahan Tuhan Yesus sebelum berpisah dengan para murid yang diungkapkan melalui doa. Hari ini, setiap orang percaya diajak untuk menggumuli arti dari doa Tuhan Yesus, yang tujuannya supaya para murid hidup dalam kesatuan cinta satu sama lain. Kesatuan yang di kehendaki oleh Tuhan Yesus dalam doa kepada Bapa, diungkapan dalam ayat 11 yaitu agar para murid dapat bersatu sama seperti kesatuan diri-Nya dengan Bapa-Nya.
Mari melalui peristiwa Minggu Paskah ke-7 ini, setiap orang percaya di panggil supaya siap sedia mewujudnyatakan kesatuan dalam doa Tuhan Yesus dengan karya nyata. Bisa dimulai dalam bentuk verbal, misalnya dengan bertutur kata yang membangun. Sehingga dengan demikian ”Disatukan dalam Doa, Digerakkan oleh Kuasa” dapat mendarat dalam kehidupan nyata. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati. Amin.
🙏
Mari Berdoa
Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami.
Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.