Pada hari ini bersama dengan gereja-gereja di dunia, kita merayakan hari pentakosta. Sebagaimana yang kita tahu bahwa perayaan pentakosta bagi umat Kristen adalah momentum untuk mengingat kembali peristiwa turunnya Roh Kudus sebagaimana disaksikan dalam Kisah Para Rasul 2.
Berdsarkan peristiwa tersebut, banyak diantara kita yang memahami bahwa pengalaman para murid Yesus saat itu adalah pengalaman supranatural. Dampaknya, seringkali orang hanya memahami bahwa karya Roh Kudus haruslah berupa peristiwa supranatural.
Atas pemahaman tersebut, Marilah kita merenungkan bacaan 1 Korintus 12:3-13. Sebab melalui bacaan ini, pemahaman kita akan diperkaya. Yaitu bahwa ternyata karya Roh Kudus itu tidak bisa dibatasi hanya berupa karya yang supranatural saja.
Konteks dalam bacaan ini adalah bentuk kritik Paulus kepada jemaat di Korintus yang sedang adu gengsi spiritual. Bagi kebanyakan orang, ada anggapan bahwa ketika seseorang mampu berbahaasa Roh, maka dialah yang memiliki kedekatan dengan Allah secara lebih mendalam. Akibatnya, banyak orang berlomba-lomba agar dapat melakukannya dan tidak jarang hal itu menimbulkan sikap-sikap saling merendahkan antar jemaat satu dengan yang lainnya. Inilah yang dikritik oleh Paulus. Sebab menurut Paulus Roh itu satu tetapi karunia beragam. Artinya, dari satu Roh yang sama, berkarya dalam karunia yang beragam. Keberagaman karunia tersebut tidak untuk menentukan karunia mana yang lebih baik, melainkan semuanya setara. Untuk itu dalam ayat 17 Paulus menegaskan bahwa setiap orang mendapat karunia yang berbeda-beda demi kesatuan tubuh Kristus.
Dengan demikian, dalam rangka merayakan pentakosta ini kita dapat belajar beberapa hal sebagai berikut;
1. Karya Roh Kudus tidak terbatas hanya berupa kejadian supranatural saja
2. Setiap orang percaya sejatinya telah menerima kuasa Roh Kudus dan sudah diberikan karunia yang berbeda-beda untuk kebaikan dan keutuhan tubuh Kristus
3. Dengan Karunia yang berbeda-beda, umat diharapkan untuk terlibat aktif ambil bagian dalam kehidupan tubuh Kristus (Gereja)
Melalui perayaan Pentakosta ini, kiranya kita dimampukan untuk menyadari bahwa sejatinya Roh Kudus telah dicurahkan kepada setiap kita, dan memberikan karunia yang berbeda-beda untuk saling terlibat aktif demi keberlangsungan kebaikan dan keutuhan tubuh Kristus. Amin.
🙏
Mari Berdoa
Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami.
Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.