Renungan Harian

BERSAKSI BERSAMA ALLAH TRINITAS

📖
Matius 28:20a. (Baca 28:16-20)
— Firman Tuhan
31 May 2026
Berdasarkan kalender gerejawi 2026, hari ini adalah Minggu Trinitas. Bersama-sama kita menghayati karya penyelamatan yang teranyam dalam ketritunggalan-Nya. Kita menyadari bahwa Trinitas ini merupakan suatu dogma/pengajaran yang tidak mudah dipahami oleh umat. Bukan hanya oleh umat jaman sekarang, melainkan bahkan oleh umat sejak abad pertama. Namun demikian, bukan berarti dogma ini harus dikesampingkan. Sebaliknya, justru perlu untuk terus-menerus dipahamkan kepada umat, mengingat penyelamatan Allah memang teranyam dalam ketritunggalan tersebut. Dalam kalimat sederhana, konsep Trinitas dimengerti melalui pemahaman “satu hakekat tiga pribadi”. Dalam pemahaman ini, kita juga harus berhati-hati dengan kata “pribadi”, mengingat pemahaman tentang “pribadi” itu sendiri sekarang sudah mulai berkembang. “Pribadi” yang dimaksud dalam pemahaman Trinitas tidak sama dengan individu yang tidak terhubung oleh individu lainnya, “pribadi” yang dimaksud dalam pemahaman Trinitas adalah pribadi dalam kesatuannya dengan pribadi yang lain. Hal ini dipahami sebagaimana referensi alkitab yang sering digunakan yaitu Matius 28:19b “Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah adalah satu tetapi dalam 3 pribadi yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana di awal disampaikan bahwa dogma Trinitas memang tidak mudah dipahami namun penting untuk terus digaungkan, sejatinya bukan untuk mengajak umat membedah jumlah numerik Allah, namun untuk mengimani karya penyelamatan Allah yang teranyam dalam ketritunggalan-Nya. Sebagaimana ayat 19b tadi, bukan sekadar untuk menjelaskan mengenai jumlah Allah yang disembah, melainkan justru untuk menjelaskan bahwa penyelamatan itu teranyam dalam ketritunggalan. Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam kesatuannya menganugerahkan penyelamatan bagi umat yang berdosa. Mempertegas bahwa keselamatan adalah murni anugerah Allah. Sebab, Allah yang berkehendak, Allah sendiri yang bertindak, termasuk Allah pula yang menggerakkan umat untuk merespon penyelamatan tersebut. Karena itu, bacaan kita hari ini sejatinya tidak dalam maksud dan tujuan untuk menjelaskan/membedah soal ketritunggalan Allah, melainkan sebuah panggilan bagi umat untuk menyasikan karya Allah Trinitas (penyelamatan) di dunia ini. itulah sebabnya bacaan kita hari ini kerap disebut sebagai “amanat agung”, yaitu amanat dari dari Tuhan bagi umat-Nya. Penekanannya terletak pada “amanatnya” bukan pada jumlahnya Allah. Karena itu saudara, dalam Minggu Trinitas ini, marilah kita tidak lagi terjebak pada kebimbangan soal penjumlahan Allah yang kita sembah (karena memang bukan itu tujuan dimunculkannya dogma Trinitas). Sebaliknya, marilah kita mengimani karya Allah yang teranyam dalam ketritunggalan itu adalah anugerah yang perlu kita syukuri dan wartakan di dunia ini. Pertanyaannya, bagaimana cara kita mewartakan/bersaksi tentang karya Allah yang teranyam dalam ketritunggalan ini? Ayat 20 menegaskan “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu…” panggilan kita adalah mengajarkan dan meneladankan perintah-perintah Tuhan yang tercatat dalam Alkitab kepada setiap orang di dunia ini. Masalahnya, bagaimana kita bisa mengajarkan dan meneladankan kepada orang lain kalau kita sendiri belum tahu dan belum melakukannya juga? Jadi, pertama-tama mari kita setia belajar dan mengerti perintah-perintah Tuhan, menghidupi dalam keseharian kita, selanjutnya mengajarkannya kepada sekitar kita mulai dari yang terdekat, yaitu di keluarga kita. Selamat mengerjakan panggilan, Allah Trinitas menyertai senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin.
🙏

Mari Berdoa

Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami. Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Renungan Lainnya Kembali ke Beranda