Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Hari ini kita merayakan hari raya Undhuh-undhuh, dimana bersama kita bersukacita dan membawa persembahan Syukur kepada Tuhan sebagai wujud pengakuan akan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita melalui berkat-berkat-Nya.
Tradisi ini diambil dari Perjanjian Lama, dimana ada tiga hari raya besar bagi umat Israel, yaitu hari raya Roti tidak beragi, hari raya Tujuh Minggu dan hari raya Pondok Daun. Semua itu merupakan perayaan untuk mengingat dan bersukacita akan karya penyelamatan dan pemeliharaan Allah bagi umat Israel.
Prinsipnya umat Israel mengingat karya Allah dengan merayakan serta dengan membawa persembahan kepada TUHAN. Mengapa harus membawa persembahan, bahkan dikatakan dalam ketiga hari raya itu: Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa.
Sepertinya persembahan itu ‘wajib’ siapa yang mewajibkan dan mengapa? Yang jelas bukan Tuhan yang mewajibkan, tetapi Musa si penulis kitab Ulangan. Musa merasakan karya Allah dalam kehidupan umat Israel, tidak hanya membebaskan dari perbudakan di Mesir, tetapi juga memelihara, memberi tanah perjanjian serta memberkati-Nya. Oleh karena itu sebagai pengakuan akan karya keselamatan dan pemeliharaan Allah inilah Musa ‘mewajibkan’ umat untuk membawa persembahan, sebagai pengakuan sekaligus ucapan syukur atas karya Allah, jangan sampai umat Israel melupakan atau tidak mengakui akan karya Allah ini.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Kalaupun saat ini kita merayakan Undhuh-undhuh, dipahami sebagai pengakuan akan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita. Berkat-berkat-Nya tidak pernah berhenti, maka seharusnya kita tidak pernah berhenti untuk bersyukur.
Dalam merayakan Undhuh-undhuh, ternyata tidak hanya persembahan kepada Tuhan tetapi juga bersukacita bersama menikmati berkat Tuhan dengan semua orang bahkan dikatakan: Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu.
Akhirnya marilah merayakan Undhuh-undhuh dengan membawa persembahan, sebagai Pengakuan dan Syukur kita akan karya penyelamatan dan pemeliharaan Allah dalam kehidupan umat-Nya. Mari kita rayakan bersama dengan keluarga, umat dan saudara-saudara kita yang lain yang ada di sekitar kita. Gusti mberkahi. Amin.
🙏
Mari Berdoa
Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami.
Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.