Renungan Harian

Menggerakkan Komunitas, Menghidupi Panggilan: Transformasi Sekolah Kristen melalui Kolaborasi Bermakna

📖
Korintus 12: 12-27
— Firman Tuhan
23 Aug 2026
Di sela-sela padatnya kegiatan merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, pada saat ini kita diberi kesempatan untuk secara khusus menghayati Pekan Pendidikan kristen (PEPENKRIS) 2026. Hal ini tidak dimaksudkan menggantikan perayaan HUT RI dengan pelaksanaan PEPENKRIS. Sebaliknya, kita justru dipanggila untuk mewujudnyatakan panggilan pelaksanaan Pendidikan Kristiani di tengah bangsa Indonesia yang sedang berulang tahun ini. Sejenak kita mengingat bahwa salah satu panggilan Gereja adalah bersaksi. Dalam rangka mewujudkan kesaksian tersebut, tentunya ada beragam cara untuk mewujudkannya, dan Pendidikan Nilai-nilai Kristiani adalah salah satunya. Sebab melalui pendidikan nilai-nilai Kristiani, gereja sedang mewariskan iman yang kokoh serta kepribadian dan karakter yang baik bagi generasi penerus. Sayangnya, hal ini seringkali kurang mendapatkan porsi perhatian yang cukup. Kita seringkali menganggap bahwa pendidikan nilai-nilai Kristiani adalah tugasnya sekolah-sekolah Kristen (dalam hal ini Yayasan, Kepala sekolah dan guru). Keadaan inilah yang menjadikan tema pepenkris tahun 2026 ini menjadi cukup relevan, apalagi disandingkan dengan bacaan 1 Korintus 12:12-27. Setidaknya ada beberapa hal sebagai penekanan perenungan kita bersama, yaitu; 1. Menggerakkan komunitas. Berdasarkan bacaan hari ini, kita diajak menyadari bahwa dalam kehidupan bersama orang percaya, sejatinya kita adalah satu tubuh di dalam Kristus. Istilah “Tubuh Kristus” merujuk pada kenyataan bahwa kita merupakan bagian dari komunitas yang satu dan utuh. Untuk itu, bersama-sama kita dipanggil membangun empati dan kepedulian antara satu dengn yang lain. Saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama antar anggota jemaat, gereja dan sekolah-sekolah kristen. 2. Menghidupi panggilan. Sebagaimana kehidupan bersama kita merupakan “Tubuh Kristus”, maka sudah semestinya perjalanan (karya) yang dilakukan harus berdasarkan panggilan Tuhan (bukan berdasarkan keinginan ego semata). Disinilah kita diajak untuk senantiasa berefleksi (evaluasi) atas kinerja pelayanan kita. Bukan semata-mata mencari kesalahan, namun semakin mengembangkan karya pelayanan yang mampu menjawab setiap tantangan jaman 3. Transformasi sekolah kristen melalui kolaborasi bermakna. Sebagaimana sebuah tindakan kolaborasi, maka dibutuhkan karya dari setiap pihak yang berkolaborasi. Dalam hal ini tentu antara gereja dan sekolah-sekolah Kristen. Gereja dipanggil untuk menghayati bahwa dukungan terhadap sekolah-sekolah Kristen merupakan wujud keluasan pelayanan kesaksian. Sementara, sekolah-sekolah kristen dipanggil untuk terus berinovasi agar mampu bersaing dalam pemberitaan nilai-nilai kristiani. Dengan demikian, atas dasar pemahaman kehidupan bersama sebagai tubuh Kristus, kita diajak untuk senantiasa berjuang menyaksikan Kasih Allah di dunia ini melalui kesetiaan kita melakukan pendidikan nilai-nilai Kristiani kepada anak, cucu, murid, dan saudara/i di sekitar kita. Roh Kudus menolong dan memampukan kita semua. Amin.
🙏

Mari Berdoa

Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami. Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Renungan Lainnya Kembali ke Beranda